Edy Rahmayadi Gubernur SUMUT Marah – Marah Saat di Wawancara

Beritahot.online – Edy Rahmayadi Gubernur SUMUT Marah – Marah Saat di Wawancara . Disasar Pengamat Politik LIPI: Semoga Pejabat Publik Begini hanya Satu , Begitu kata Pengamat Politik LIPI Syamsuddin Haris memberikan tanggapan soal jawaban ketus yang di lontarkan oleh Gubernur Sumatera  Utara yang juga Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi kepada Presenter Kompast TV , Aiman Witjaksono dalam satu kesempatan sesi wawancara.

Sindiran ini disampaikan oleh Syamsuddin Haris melalui laman Twitter miliknya, @sy_haris yang di unggah pada selasa 25 september 2018. Dalam sindiran tersebut, Syamsuddin Haris mengatakan apa yang di lakukan oleh Edy Rahmayadi itu tidaklah tepat. Mengapa? karena sikap yang di tunjukkan Edy itu menunjukkan kalau Edy lupa akan tanggung jawabnya sebagai pejabat publik. Dia lantas berharap agar tak ada pejabat publik lainnya yang memiliki sikap respon sama seperti Gubernur Sumut , Edy Rahmayadi ini.

Begini tepatnya kalimat Sindiran yang di tulis Syamsuddin Haris di laman Twitternya .

“Apa urusan anda menanyakan itu?”

“Waduh ini parah. Semoga Pejabat publik yang begini hanya satu. Kasihan . Dia sekedar mengejar jabatan dan lupa tanggung jawab nya sebagai pejabat publik yang harus menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan mandat di pundaknya. ” tulisnya.

Apa yang disampaikan Syamsuddin Haris ini merupakan tanggapannya atas Edy Rahmayadi yang menjawab ketus pertanyaan yang dilontarkan Aiman saat mereka sedang melakukan siaran langsung di Kompas TV. Dalam video YouTube milik KompasTV, tampak Edy Rahmayadi sedang berbincang dengan Aiman mengenai suporter Persija Jakarta, Haringga Sirila (23) yang meninggal dunia saat laga antara Persib Bandung kontra Persija Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Aiman lalu menyinggung terkait beban tanggung jawab yang dipikul Edy Rahmayadi sebagai Gubernur Sumatera Utara sekaligus Ketua PSSI.

“Apakah anda merasa terganggu ketika tugas anda, tanggung jawab anda sebagai Gubernur dan Ketua Umum PSSI?” imbuh Aiman.

Edy pun tampak menanggapi pertanyaan tersebut.

“Apa urusan anda menanyakan itu?” tutur Edy.

“Saya bertanya ke anda, Pak. Apakah anda merasa seperti itu? Kalau tidak tentu anda tinggal menjawab, ini pertanyan yang sederhana, Pak,” tegas Aiman.

Aiman menjelaskan, pertanyaan yang diungkapkan merupakan sebuah hal yang sederhana dan cukup dijawab saja. Meski demikian, tampak Edy Rahmayadi enggan menjawab pertanyaan tersebut. Edy hanya mengucapkan kata terima kasih ketika Aiman memberikan penjelasan dari pertanyaan tersebut.

“Bukan hak anda juga untuk bertanya kepada saya,” imbuh Edy.

“Wartawan punya hak bertanya apa saja, Pak Edy,” papar Aiman.

“Oke, terima kasih. Saya juga punya hak untuk tidak menjawab,” katanya.

Sebelumnya, dalam topik ‘Pembunuhan di Tengah Fanatisme Sepak Bola,’ Edy mengatakan, dirinya telah beberapa kali mengantisipasi peristiwa serupa.

“Kita sudah berulang mengantisipasi hal tersebut terkhusus dengan Jakmania dan Bobotoh, setiap saat kita evaluasi, setiap saat kita panggil masing-masing yang bertanggung jawab dari kedua pihak,” tuturnya.

Edy menegaskan, aparat keamanan sudah mengantisipasi adanya peristiwa itu.

Meski demikian, ternyata peristiwa itu terjadi dan memakan korban jiwa.

“Pihak berwajib sedang menangani,” bebernya.

Edy juga menegaskan, kejadian ini merupakan peristiwa terakhir yang akan terjadi.

Meski demikian, Aiman menanyakan apa jaminan Edy Rahmayadi sehingga bisa menyatakan peristiwa tersebut merupakan kejadian terakhir.

Edy tampak geram mendapat pertanyaan itu, suaranya pun meninggi.

“Bukan peristiwa yang paling akhir. Semua kita harapkan yang terakhir. Juga termasuk wartawan Kompas, jangan memprovokasi situasi,” bebernya dengan suara tinggi.

“Tidak memprovokasi Pak Ketua, ini bentuk kekhawatiran kami. Ada 56 yang tejadi menurut catatan kami,” jawab Aiman.

“Kalau kata-kata kami berarti saya tidak. Itu bukan kami yang prihatin tapi kita,” tutur Edy.

“Bukan maksudnya, kami mencatat kejadian seperti ini merupakan peristiwa berulang. Jadi apa langkah PSSI untuk mengakhiri ini?” beber Aiman.

“Terima kasih, kita akan melakukan tindakan tegas. Ini yang harus kita lakukan tapi saya mohon aparat telah melakukan yang terbaik,” tegasnya.

Edy mengutarakan, tindakan itu meliputi pemanggilan, evaluasi dan sidang.

Meski demikian, Edy mengatakan tak melihat ada kesalahan atlet dalam peristiwa ini namun yang salah adalah para pendukung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *