5 Cara Meredakan Emosi Dengan Cepat, Tepat, dan Tanpa Urat

Beritahot.online – 5 Cara Meredakan Emosi Dengan Cepat, Tepat, dan Tanpa Urat 

Rasa kesal dan juga marah bisa datang kapan pun di mana pun. Pemicunya juga beragam, bisa karena kemacetan yang membuat Anda telat datang ke kantor atau karena cangkir kesayangan yang pecah karena tersenggol rekan kerja. Apapun penyebabnya, yang perlu Anda lakukan hanya satu, yaitu meredam emosi secepat dan sesegera mungkin agar kemarahan ini tidak melebar kemana-mana. Untuk itu, yuk cari tahu cara meredam emosi dengan cepat di ulasan berikut ini.

Cara Meredakan Emosi Dengan Cepat

Saat emosi memuncak, tekanan darah biasanya akan meningkat karena jantung memompa lebih cepat dan tak beraturan. Sehingga tak jarang Anda akan merasakan sakit kepala, nyeri di dada, dan sesak napas.

Nah, agar kemarahan Anda tidak sampai membawa pengaruh buruk untuk kesehatan fisik, Anda perlu mencari cara meredam emosi dengan cepat dan juga tepat. Berikut pilihan cara meredam emosi yang bisa Anda praktikkan sehari-hari:

1. Menarik napas dalam-dalam

Menarik napas dalam-dalam adalah salah satu cara ampuh untuk meredakan emosi. Robert Nicholson, Ph.D., asisten dosen di Saint Louis University, Amerika Serikat, menyatakan saat marah tubuh menjadi tegang.

Untuk merilekskannya kembali dan menurunkan ketegangan ini, Anda perlu menarik napas dalam-dalam. Pasalnya, memasok oksigen lebih banyak ke dalam tubuh membantunya untuk melepaskan ketegangan.

Pejamkan mata secara perlahan lalu tarik napas dalam-dalam. Caranya dengan menghirupnya dari hidung dan mengeluarkannya secara perlahan dari mulut. Ulangi teknik meditasi sederhana ini sebanyak tiga hingga lima kali atau sampai Anda merasa jauh lebih baik.

2. Menekan titik tertentu di tubuh

Seorang ahli akupunktur dan pengobatan tradisional di New York menyatakan, menekan titik tertentu di tubuh bisa merilekskan sistem saraf. Saat marah dan juga stres, saraf akan menegang. Untuk dapat mengembalikannya pada kondisi normal, Anda perlu menekan titik-titik utama di kepala, wajah, dan tangan yang dekat dengan kumpulan saraf.

Cobalah tekan bagian dalam telapak tangan yang terletak di antara ibu jari dan telunjuk. Tekan secara perlahan dengan ibu jari dan rasakan sentuhannya. Diamkan selama kurang lebih 10 detik dan ulangi cara ini pada bagian tangan lainnya. Anda juga bisa menekan berbagai titik telapak tangan cukup dengan ibu jari.

3. Merilekskan otot-otot yang tegang

Untuk meredam emosi yang menguasai diri, Anda bisa merilekskan semua kelompok otot yang tegang. Cara yang satu ini sangat mudah dan bisa dilakukan kapan saja. Bahkan, latihan ini bisa melepaskan hampir semua ketegangan yang Anda rasakan di tubuh dalam hitungan detik. Dengan begitu, Anda jauh lebih tenang dan mampu menghadapi situasi dengan kepala dingin.

Caranya mudah, regangkan semua otot di tubuh dari mulai kepala hingga kaki. Misalnya, gerakkan bahu ke belakang perlahan, putar leher searah atau berlawanan jarum jam, lemaskan tungkai kaki dengan cara memutarnya. Selain itu, putar tubuh ke kanan dan ke kiri untuk merilekskan otot pinggul dan punggung Anda.

4. Berjalan-jalan sejenak

Saat emosi sedang memuncak, cobalah untuk bangkit dari duduk dan berjalan-jalan sejenak menjauhi sumber kemarahan Anda. Olahraga bisa menjadi penghilang stres dan emosi yang cukup ampuh. Berjalan kaki termasuk olahraga ringan yang bisa menjadi pilihan untuk memancing tubuh melepaskan hormon endorfin atau yang disebut dengan hormon bahagia.

Dengan berjalan-jalan sejenak dan menjauh dari sumber kekesalan, Anda bisa berpikir lebih jernih. Selain itu, cara ini juga membantu Anda untuk menemukan pandangan-pandangan baru yang mungkin bisa menjadi solusi masalah yang sedang dihadapi. Tidak perlu berlama-lama, berjalan selama lima menit di ruangan terbuka sudah cukup bisa memberikan Anda ketenangan.

5. Nyalakan musik favorit yang menenangkan

Tahukah Anda, ritme internal tubuh ternyata mengikuti irama musik yang sedang Anda dengar. Saat sedang marah, cobalah untuk mendengarkan musik dengan irama yang menenangkan agar tubuh juga secara tidak langsung mengikuti ritmenya. Dengan begitu, napas dan detak jantung Anda akan melambat kembali ke kondisi normal, bahkan lebih rileks dari sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *