Apa Penyebab Sperma Tidak Keluar Saat Ejakulasi , Bahaya atau Tidak ?

Beritahot.online – Apa Penyebab Sperma Tidak Keluar Saat Ejakulasi , Bahaya atau Tidak ? Saat pria mencapai ejakulasi , seharusnya tubuh mengeluarkan air mani yang mengandung sperma melalui penis. Tapi nyatanya, ada juga sebagian orang yang mengalami masalah ejakulasi hingga menyebabkan sperma tidak keluar. Padahal, tubuh sudah menunjukkan tanda-tanda ejakulasi lain seperti kontraksi otot. nah, apakah berbahaya atau tidak? Disini ada penjelasan beberapa kondisi yang mungkin membuat sperma tidak keluar.

Yang pertama : Ejakulasi yang tertunda (delayed ejaculantion)

Delayed ejaculation ini adalah kondisi dimana pria memerlukan rangsangan seksual yang lebih lama dari biasanya untuk dapat mencapai klimaks dan mengeluarkan air mani berisi sel sperma. Beberapa orang yang mengalami kondisi ejakulasi tertunda tidak bisa berejakulasi sama sekali. Ini tandanya Anda tidak bisa mengeluarkan sperma saat berhubungan seksual dengan pasangan Anda.

Kondisi seperti ini disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu, konsumsi obat-obatan, hingga gangguan mental. Ejakulasi tertunda bisa menjadi masalah kesehatan jangka panjang yang terjadi seumur hidup atau terjadi dalam beberapa waktu tertentu saja.

Yang kedua : Ejakulasi retrograde

Ejakulasi retrograde atau yang bisa diartikan dengan ejakulasi terbalik , terjadi saat dimana air mani yang seharusnya dikeluarkan melalui penis saat orgasme , ustru masuk ke kandung kemih. Selama orgasme, otot leher kandung kemih tidak dapat mengencang dan menutup dengan baik. Akibatnya saat Anda akan ejakulasi , sperma yang tadinya dikeluarkan melalui penis malah mengalir dan masuk ke kandung kemih.

Walaupun tidak berbahaya, ini bisa menyebabkan pria tidak subur dan sulit memiliki keturunan, selain itu kondisi ini ditandai dengan urine yang berwarna lebih pucat dan agak kental karena sudah bercampur dengan air mani yang seharusnya dikeluarkan saat orgasme.

Yang ketiga : Operasi prostat dengan laser

Bedah prostat dengan teknologi laser biasanya dilakukan karena adanya pembesaran prostat alias benign prostatic hyperplasia. Lase akan membantu mengecilkan atau mengangkat jaringan berlebih pada prostat.

Dengan prosedur pembedahan, gejala yang berkaitan dengan masalah kandung kemih akibat pembesaran prostat bisa teratasi. Misalnya infeksi saluran kemih, sering buang air kecil, laju air kencing lambat dan serangkaian gejala lainya.

Sayangnya, efek samping umum yang biasanya dirasakan dari prosedur ini yaitu orgasme kering. Orgasme kering adalah kondisi ketika tubuh tidak mampu mengeluarkan sperma saat mencapai puncak kenikmatan seksual.

Yang keempat : Penyumbatan saluran sperma

Adanya penyumbatan di epididimis serta vas deferens dapat menganggu proses pengangkutan sperma yang akan dikeluarkan melalui penis. Epididimis yaitu tempat untuk menyimpan dan mematangkan sperma. Sedangkan vas deferens ialah saluran berbentuk tabung yang menyalurkan sperma untuk dapat keluar saat ejakulasi terjadi.

Penyumbatan di kedua bagian ini dapat menyebabkan pria tidak mampu mengeluarkan sperma saat ejakulasi. Infeksi, vasektomi (KB steril pria), dan juga permasalahan pada prostat bisa menjadi penyebab saluran sperma tersumbat.

Dalam beberapa kasus, kondisi ini tidak menunjukkan gejala yang pasti. Jika penyumbatan disebabkan oleh infeksi, biasanya muncul cairan berwarna keputihan yang keluar dari penis tanpa sengaja, terasa sakit saat buang air kecil, serta terjadi peradangan.

Yang kelima : Hipogonadisme

Hipogonadisme adalah kondisi saat tubuh tidak menghasilkan cukup testosteron. Pada pria, hormon testosteron adalah kunci dari pertumbuhan dan kematangan seksual. Salah satu fungsi testosteron yaitu memproduksi sperma. Jika seorang pria mengalami hipogonadisme , ada kemungkinan masa pubertasnya terlambat atau pertumbuhan organ seksualnya tidak sempurna. Salah satunya yakni gangguan pertumbuhan pada penis dan buah zakar atau testis.

Bila pertumbuhan penis dan testis terganggu, bukan tidak mungkin produksi sperma pun akan terganggu. Karena sperma dihasilkan di testis dan tubuh memerlukan testosteron yang cukup untuk dapat memproduksi sperma secara normal.

Maka, jika Anda mengalami kondisi ini Anda berisiko mengalami impotensi, yaitu ketika penis tidak mampu mencapai ereksi dan sperma tidak keluar seperti pada ejakulasi umumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *