Cari Tau Mengapa ASI Tidak Keluar Setelah Melahirkan?

Beritahot.online – Cari Tau Mengapa ASI Tidak Keluar Setelah Melahirkan? Setelah melahirkan, tugas para ibu adalah menyusui bayinya. Namun tak sedikit ibu yang mendapati masalah ini, yaitu ASI tidak keluar sehingga belum dapat menyusui bayinya. Ini merupakan hal  yang normal terjadi. Namun jika di tunggu hingga 4 hari dan seterusnya ibu belum dapat mengeluarkan ASI nya, akan membuat si Ibu merasa gagal memenuhi kebutuhan bayinya . ASI yang lancar juga di pengaruhi oleh isapan bayi, jadi semakin sering bayi mengisap payudara ibu untuk mendapatkan ASI, semakin lancar juga ASI yang keluar. Namun,  jika ASI yang keluar sedikit sejak awal sehingga akhirnya ibu jarang memberikan ASI-nya pada bayi, lama-kelamaan produksi ASI pun berhenti dan ASI tidak keluar.

Lalu apa penyebabnya ASI tidak keluar meski sudah melahirkan?

ASI mungkin bisa saja tidak keluar yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor kelahiran, faktor saat menyusui, faktor ibu, dan lainnya. Berikut ini merupakan penyebab-penyebab ASI tidak keluar.

Faktor Manajemen Menyusui

Pemisahan ibu dan bayi setelah kelahiran dan awal menyusui yang buruk dapat mempengaruhi keluarnya ASI. Hal ini karena semakin cepat payudara ibu dikosongkan atau semakin cepat bayi menyusui pada jam-jam atau hari pertama setelah kelahiran berhubungan dengan cadangan ASI yang lebih tinggi. Jika menyusui atau memompa ASI pada awal-awal setelah kelahiran jarang dilakukan oleh ibu, produksi ASI akan sedikit bahkan bisa berhenti. Perlu diingat, semakin sering ASI dikeluarkan, maka semakin lancar juga produksi ASI.

Faktor Kelahiran

Faktor kelahiran bisa menjadi alasan mengapa ASI tidak keluar juga. Faktor kelahiran ini antara lain seperti :

  • Kehilangan banyak darah, yaitu lebih dari 500 ml. Biasanya terjadi karena ibu mengalami perdarahan setelah melahirkan. Hal ini bisa mengganggu kerja kelenjar hipofisis di otak yang mengontrol hormon laktasi.
  • Obat penghilang rasa sakit yang diberikan saat proses persalinan juga dapat menunda ASI keluar.
  • Penggunaan cairan intravena atau cairan infus yang banyak selama proses persalinan dapat menyebabkan payudara bengkak dan ketersediaan ASI tertunda sampai payudara kembali normal.

Faktor Kesehatan Ibu

Ibu yang mengalami masalah kesehatan dapat mempengaruhi hormon yang berhubungan dengan produksi ASI. Beberapa kondisi yang dapat mempengaruhi hormon dan produksi ASI seperti :

  • Gestational ovarian theca lutein cysts. Kista ini berkembang saat kehamilan dan menyebabkan kadar hormon testosteron meningkat sehingga menekan produksi ASI setelah melahirkan. Penelitian menunjukkan bahwa kadar hormon testosteron menurun setelah tiga sampai empat minggu sejak kista diatasi dan pada akhirnya proses menyusui dapat berjalan normal.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas. Ibu yang sudah memiliki kelebihan berat badan sebelum hamil berisiko untuk mengalami tertundanya pengeluaran ASI dan ASI keluar hanya sedikit. Ini berhubungan dengan produksi prolaktin yang rendah. Jika yang menyebabkan obesitas ini adalah gangguan metabolisme, seperti sindrom ovarium polikistik atau hipertiroidisme, ini juga merupakan faktor yang mempengaruhi cadangan ASI.
  • Pengobatan yang dilakukan ibu. Beberapa obat dapat menyebabkan produksi ASI sedikit, seperti kontrasepsi hormonal. Kontrasepsi hormonal mengandung hormon estrogen yang dapat mempengaruhi produksi ASI.

Faktor Payudara Ibu

Masalah pada payudara ibu dapat membuat produksi ASI sedikit dan ASI telat keluar. Beberapa masalah payudara ibu yang mempengaruhi produksi ASI seperti :

  • Kelahiran prematur. Kelahiran prematur mungkin menyebabkan terhentinya pertumbuhan jaringan payudara yang memproduksi ASI pada akhir kehamilan sehingga mengakibatkan jaringan yang memproduksi ASI hanya sedikit saat kelahiran. Tetapi hal ini bisa diatasi dengan manajemen menyusui yang baik sehingga pertumbuhan jaringan payudara dapat berlanjut setelah melahirkan.
  • Operasi atau cedera pada payudara, yang menjadikan jaringan payudara hilang atau rusak atau rusaknya saraf yang berhubungan dengan pengeluaran ASI.
  • Payudara belum berkembang sempurna. Ini bisa disebabkan karena hipoplasia atau jaringan kelenjar susu yang tidak cukup.
  • Bentuk puting payudara yang tidak biasa, seperti puting payudara datar atau masuk ke dalam.

Lalu apa yang harus para ibu lakukan jika ASI tidak keluar juga pada hari keempat ?

Tertundanya pengeluaran ASI dapat mengakibatkan bayi kehilangan berat badannya dan ini dapat membuat terhambatnya perkembangan fisik dan mental bayi. Oleh karena itu, Anda harus berusaha “memancing” ASI keluar. Bisa dengan cara kontak kulit dengan bayi, memijat payudara atau memompa ASI keluar dengan tangan setiap jam. Sebaiknya selalu memantau berat badan bayi, jika berat badan bayi turun lebih dari 10% dari berat lahir karena bayi tidak cukup ASI, mungkin suplementasi susu diperlukan, bisa dari donor ASI atau susu formula.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *