Jangan Emosi, Ini 10 Cara Untuk Hadapi Anak Keras Kepala

Beritahot.online – Jangan Emosi, Ini 10 Cara Untuk Hadapi Anak Keras Kepala . Menghadapi anak keras kepala atau suka melawan tentu tidak mudah untuk setiap orangtua. Misalnya saja, anak malas mandi, tak mau makan, atau kabur dari kebiasaan tidur siang. Tidak sedikit orang tua yang meluapkan emosinya dengan marah-marah dan menyerah dengan sikap tantrum si kecil.

Padahal, cara paling ampuh untuk menghadapi anak keras kepala bukanlah dengan marah-marah atau membentak anak, tetapi justru dengan memberikan perhatian secara penuh. Bagaimana caranya? Baca terus ulasan berikut ini, ya!

Kenali penyebab anak keras kepala dan suka melawan

Dilansir dari Psychology Today, sikap keras kepala adalah bentuk penolakan terhadap sesuatu yang bertentangan dengan kemauannya. Anak yang keras kepala, entah itu anak perempuan atau laki-laki, cenderung menjadi sangat sensitif dan tidak dapat dibujuk oleh orang-orang di sekitarnya. Ini karena mereka ingin permintaannya segera terpenuhi.

Saat anak berubah menjadi keras kepala dan suka melawan, bisa jadi perilaku tersebut diakibatkan karena mereka melihat contoh yang sama. Oleh karena itu, sebaiknya hati-hati jika bersikap di depan si kecil, karena anak-anak sangat mudah meniru orang di sekitarnya.

Selain itu, anak yang keras kepala cenderung mencari perhatian dari orang lain. Kondisi ini sama halnya dengan anak tantrum tapi pada anak yang keras kepala lebih sering membuat ulah demi mendapatkan perhatian.

Tak perlu marah-marah, kunci utamanya kesabaran

Salah satu cara untuk menghadapi anak keras kepala adalah menanggapi luapan emosinya. Ini bukan berarti Anda menyerah dengan setiap permintaan si kecil, tetapi justru bersikap tegas sekaligus menunjukkan kasih sayang terhadapnya.

Nah, cara efektif menghadapi anak keras kepala dan suka melawan tanpa harus marah-marah adalah sebagai berikut:

1. Dengarkan kemauan si kecil

Komunikasi dengan anak adalah hal terpenting dalam menghadapi sikap keras kepalanya. Komunikasi ini tentu harus dua arah. Jika Anda ingin si kecil mendengarkan Anda, maka Anda pun harus mau mendengarkannya terlebih dahulu. Sebab, anak keras kepala cenderung memiliki pendapat yang kuat dan senang berdebat demi keinginannya terpenuhi.

Anak bisa berubah menjadi keras kepala bila mereka merasa tak lagi didengar pendapatnya oleh orang lain. Jadi, cobalah dekati si kecil dan dengarkan apa yang ia mau. Hal ini akan membuatnya merasa penting dan menjadi lebih tenang tanpa melawan.

2. Hindari memaksa anak

Ketika Anda cenderung memaksa anak untuk melakukan sesuatu, biasanya si kecil akan memberontak dan melakukan apa yang seharusnya tidak mereka lakukan. Hal ini termasuk dalam bentuk pertentangan, salah satu ciri umum dari anak keras kepala.

Ambil contoh, Anda memaksa anak Anda yang berusia enam tahun untuk berhenti menonton TV dan beranjak tidur. Hal ini sebenarnya tidak akan membantu, malah akan memicu perlawanan dari si kecil.

Sebaliknya, saat Anda menunjukkan perhatian Anda dengan apa yang anak tonton, maka si kecil akan memberikan respon tertentu dan lebih merasa nyaman. Si kecil akan merasa bahwa orangtuanya sedang memberikannya perhatian. Menurut Susan Stiffelman dalam bukunya yang berjudul Parenting Without Power Struggles, membangun hubungan dengan anak keras kepala dapat meluluhkan hati si kecil sehingga menjadi lebih penurut.

3. Berikan si kecil pilihan

Pada dasarnya, anak-anak memiliki jalan pikirannya sendiri dan tidak suka diberi tahu tentang apa yang harus dilakukan.

Ambil contoh, Anda menyuruh si kecil untuk tidur saat ia sedang asyik menonton TV. Jawaban yang mungkin Anda dengar adalah kata “tidak”. Ini sama halnya bila Anda memberikan mainan yang tak disukai oleh si kecil, maka jawabannya mungkin akan sama.

Untuk menghadapi anak keras kepala ini, gunakan trik-trik khusus dengan memberikannya pilihan. Misalnya, saat Anda menginginkan si kecil tidur dan melepaskannya dari TV, coba berikan si kecil pilihan buku cerita mana yang akan ia pilih untuk didongengkan sebelum tidur.

Alihkan perhatian si kecil dengan cerita menarik si kancil atau timun mas yang bisa ia pilih. Kalau si kecil masih menolak, tetaplah bersikap tenang sembari mengulangi hal yang sama sebanyak mungkin.

Namun ingat, Anda harus tetap tenang dan tidak menunjukkan emosi. Lama kelamaan, si kecil akan menyerah dan mengikuti kemauan Anda.

4. Hadapi dengan tenang

Kunci utama menghadapi anak keras kepala adalah bersikap tenang dan sabar. Jika Anda cenderung marah-marah atau membentak, sikap Anda justru akan memperburuk keadaan dan malah membuat si kecil semakin melawan.

Lakukan berbagai kegiatan yang dapat membantu Anda menjadi lebih tenang, seperti meditasi, olahraga, mendengarkan musik, atau aktivitas lainnya yang bisa meningkatkan suasana hati Anda. Bila Anda suka menyetel musik di rumah, hal ini juga bisa memengaruhi suasana hati si kecil untuk lebih tenang dan jauh dari tantrum.

5. Pahami kemauan si kecil

Kalau Anda ingin anak-anak menghormati orangtuanya, maka Anda juga harus bisa memahami kemauan si kecil. Perhatikan perasaan si kecil dan dengarkan ide-ide brilian yang ia punya. Sebisa mungkin, biarkan anak Anda mengeksplor dunianya. Tetapi ingat, tetap awasi semua kegiatan si kecil.

Menurut Betsy Brown Braun yang merupakan seorang penulis You’re Not The Boss Of Me, anak akan melihat dan mengikuti apa yang ia lihat. Karena itulah, katakan apa yang Anda inginkan kepada si kecil dan ajak ia melakukannya bersama Anda.

Misalnya saja, Anda ingin si kecil rajin menggosok gigi setelah makan. Nah, Anda perlu melakukan hal yang sama, yaitu segera pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi setelah makan.

6. Ajak si kecil bekerja sama

Ketimbang menyuruh-nyuruh si kecil untuk melakukan suatu hal, alangkah lebih baik jika Anda mengajak si kecil untuk bekerja sama.

Gunakan kata-kata, “ayo kita lakukan bersama,” atau “bagaimana kalau kita mencobanya bersama-sama?” daripada kalimat yang terkesan menyuruh. Jadi, berusahalah untuk menjadi teman anak agar mereka merasa nyaman.

7. Ajak si kecil berdiskusi

Terkadang, Anda perlu melakukan negosiasi atau tawar-menawar dengan si kecil. Sebab, hal ini menunjukkan bahwa Anda tidak serta merta menolak permintaan si kecil, tetapi memberikan pertimbangan yang akan melatihnya mengambil keputusan yang baik.

Ambil contoh, anak Anda tetap tak mau tidur meski sudah Anda minta dengan baik-baik. Nah, cara yang tepat bukanlah dengan memaksanya untuk segera tidur, tetapi dengan memberikan pertimbangan.

Tanyakan padanya kapan ia mulai ingin tidur dan tanyakan apa alasannya. Setelah itu, Anda bisa mengajaknya berdiskusi dan menentukan jam tidur yang cocok untuk Anda dan si kecil.

8. Ciptakan lingkungan yang menyenangkan di rumah

Anak-anak adalah pembelajar yang baik. Mereka belajar melalui apa yang mereka lihat dan alami setiap hari. Jika mereka sering melihat orangtuanya bertengkar, maka mereka kemungkinan akan menirunya saat beranjak dewasa.

Menurut sebuah penelitian, orangtua yang bertengkar dapat memicu sikap minder dan agresif pada anak-anak. Karena itu, ciptakan lingkungan yang menyenangkan di dalam rumah agar si kecil merasa lebih tenang dan nyaman.

Ketenangan di dalam rumah juga dapat membuat suasana hati anak menjadi lebih stabil sehingga mengurangi sikap keras kepala pada anak.

9. Pahami cara berpikir anak

Untuk menghadapi anak keras kepala, cobalah untuk memahami sudut pandang dan cara berpikir si kecil. Apakah Anda tahu apa yang anak rasakan? Apakah si kecil sedang stres, takut, atau sedih?

Semakin banyak Anda mengenal anak Anda, maka semakin baik pula cara Anda menghadapi si kecil. Misalnya, bila si kecil tidak mau mengerjakan pekerjaan rumahnya, jangan langsung membentak dan memarahi anak.

Sebab, anak mungkin menemukan kesulitan untuk menyelesaikan tugasnya. Alhasil, si kecil akan menjadi uring-uringan dan semakin enggan mengerjakan tugasnya.

Ketimbang marah-marah, bantulah si kecil menyelesaikan tugasnya bersama Anda. Selipkan waktu istirahat selama 1 sampai 2 menit agar si kecil tidak terlalu stres dalam mengerjakan tugas.

10. Ajarkan anak agar berperilaku baik

Jangan sesekali mencubit atau memperlakukan anak keras kepala dengan cara yang kasar. Sebab kembali lagi, hal ini akan diserap dalam ingatannya dan mungkin saja akan dilakukannya di masa depan.

Oleh karena itu, tunjukkan perilaku baik di depan si kecil agar ia ikut bersikap baik kepada Anda. Berikan pujian-pujian saat si kecil berhasil menyelesaikan perintah Anda dengan baik.

Contohnya, buatlah grafik dan tempelkan satu bintang di atasnya ketika si kecil berhasil menyelesaikan tugas. Selain itu, Anda juga bisa memberikannya hadiah tertentu untuk memperkuat perilaku positif si kecil.

Sekeras apapun sikap anak, percayalah bahwa Anda mampu mengatasinya dengan sikap tenang. Dengan demikian, anak keras kepala Anda kelak berubah menjadi anak yang lebih disiplin dan penurut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *