Kasus Kematian Paling Mengerikan yang Pernah Terjadi Di Hotel

Beritahot.online – Kasus Kematian Paling Mengerikan yang Pernah Terjadi Di Hotel

Hotel bisa saja menjadi tempat yang membuat kalian merasa senang untuk menyinggahinya, itu di karenakan hotel bisa jadi tempat yang di nilai lebih mewah dibandingkan rumah kalian sendiri. Hanya saja, tak semua hotel dianggap menyenangkan , bisa jadi juga menjadi tempat yang begitu mengerikan untuk di singgahi, karena tidak sedikit terjadi beberapa kasus yang mengerikan di hotel. Mari kita bahas beberapa kasus kematian paling mengerikan sepanjang masa yang terjadi di hotel.

Kasus Kematian Kenneka Jenkins

Kasus kematian

Suatu hari di The Crowne Plaza Hotel , Amerika Serikat, tepatny apada tanggal 10 September 2017, Kenneka yang masih berusia 19 tahun di temukan sudah menjadi mayat di dalam kulkas hotel tersebut. Seperti yang di ketahui Kenneka terakhir terlihat di lantai 9 pada pukul 01.30 pagi pada tanggal 8 September, sekitar waktu yang sama , Kenneka di ketahui terakhir kali menggunakan teleponnya untuk menghubungi sang adik. Menyadari Kenneka menghilang, teman-temannya meminta pihak hotel untuk mencarinya, namun pihak hotel mengabaikan permintaan mereka.

Mereka mengklaim bahwa staf hotel menolak untuk mencari gadis itu setelah mereka melaporkan bahwa dia hilang. Seorang jaksa bernama Larry Rogers mengatakan bahwa pihak hotel tersebut tidak pernah melakukan pemeriksaan. Mereka tidak berusaha mencari, mereka tidak melakukan apapun sementara seorang gadis muda berusia 19 tahun ada di dalam kulkas mereka.

Dalam Video yang terekam kamera CCTV, terlihat sosok Kenneka sempat tersandung di lorong. Dia kemudian berjalan dengan tidak stabil melalui dapur hotel, lalu menghilang di tikungan. Meskipun rekaman itu tidak menunjukkan bahwa dia memasuki kulkas, Polisi yakin dia membiarkan dirinya masuk ke dalam kulkas saat mabuk dan meninggal didalamnya.

Hingga Kini , kebenaran dari Kasus kematian ini masih belum terlihat, apakah benar Kenneka meninggal akibat mabuk lalu masuk kekulkas dengan sendirinya? Atau sebenarnya ini adalah kasus pembunuhan yang pastinya ada pelakunya? Masih menjadi misteri!!

Kasus Carlos Castro

Kasus kematian

Kasus yang menimpa Carlos Castro ini terjadi tepat pada tahun 2011 , seorang jurnalis televisi asal Portugis. Dia ditemukan tewas di Hotel Intercontinental, New York Time Square, Amerika Serikat. Yang terjadi terhadap Carlos ialah Ia ditemukan dalam keadaan tak di tutupi sehelai benang pun , alias telanjang dengan berlumuran darah dan ia di kebiri.

Setelah di selidiki, ternyata pelaku pembunuhan Carlos adalah pasangan sesama jenisnya yaitu Renato Seabra. Kala itu pada tanggal 7 Januari 2011, Carlos dan Renato sedang berlibur di New York. Sayangnya mereka terlibat pertengkaran. pertengkaran ini berujung ke penyerangan brutal di kamar hotel tempat mereka menginap. Sayangnya, apa yang menjadi penyebab mereka bertengkar juga tidak dijelaskan lebih lanjut. Renato yang terbakar emosi, nekat memukuli Carlos dengan monitor komputer, lalu dengan botol anggur dan menendangnya berulang kali. Dengan sadisnya, Renato juga memutilasi alat kelamin Carlos dengan corkscrew, sejenis alat pembuka botol anggur.

Renato Seabra akhirnya dinyatakan bersalah atas Kasus kematian ini, yang dimana Renato telah membunuh kekasihnya, akan tetapi dalam sebuah kesempatan pernyataan, Renato malah menyatakan hal aneh yang di mana ia mengatakan bahwa hal yang terjadi saat ini merupakan misi yang diberikan Tuhan untuk menyingkirkan kaum homoseksual.

Kasus mayat di bawah tempat tidur motel

Kasus kematian

Kasus ini terjadi di Budget Lodge, Mempgis, Tenneesse, Amerika Serikat pada tahun 2010. Tersontar kabar bahwa ada dua orang dengan nama James dan Rhonda Sargent menginap dikamar nomor 222. Mereka juga tak sadar, bahwa mereka sebenarnya sudah tidur diatas mayat yang tergeletak di bawah tempat tidur yang mereka gunakan. James dan Rhonda sudah mengeluh kepada staff hotel mengenai bau tidak sedap yang ada dikamar hotel itu. Mereka pun sempat melakukan berbagai cara, seperti membakar dupa untuk menghilangkan bau tidak sedap tersebut, namun tak berhasil. Dan mereka menyatakan baunya ini semakin kuat saat mereka duduk di tempat tidur.

Setelah beberapa hari kemudian , Staff hotel barulah menemukan mayat seorang wanita yang dikenal bernama Sony Millbrook di bawah tempat tidur hotel 222 tersebut. Sebelumnya, Sony, Ibu 5 anak ini memang dilaporkan hilang sejak 27 Januari karena tak pernah muncul untuk menjemput anaknya pulang sekolah, dan ditemukan menjadi mayat pada tanggal 15 Maret.

Sebelumnya sudah ada 5 tamu bergantian menginap dikamar tersebut, kamar dimana di temukan mayat Sony.dan kelima tamu ini tak satu pun yang menyadari mereka tidur diatas mayar Sony. Dalam Kasus kematian ini, tersangka utama yang dapat di duga adalah LaKeith Moody, ayah dari 5 anak Sony. Moody diketahui menghilang bersamaan dengan menghilangnya Sony. Moody juga diketahui baru saja keluar dari penjara, dan pergi menginap bersama sang istri Sony di Budget Lodge. Polisi lalu menangkap LaKeith Moody di mobil milik Sony beberapa minggu kemudian.

Kasus kematian Elisa Lam

Kasus kematian

Kasus ini merupakan kasus paling mengerikan pertama yang terjadi di hotel , kasus kematian seorang gadis bernama Elisa Lam di hotel Cecil, Los Angeles, Amerika Serikat. Pada tahun 2013, lebih tepatnya di bulan Februari, Los Angeles dan seluruh dunia di gegerkan oleh kasus ini. Elisa sendiri bukanlah seorang artis, maupun peshoro sampai-sampai meninggalnya gadis ini dihebohkan seluruh dunia dan caranya meninggal sangat aneh sehingga masih menjadi tanda tanya besar.

Mayat Elisa Lam yang di temukan pada bulan Februari 2013 ini pun di periksa atau di visum , dan hasil memprediksikan Elisa sudah meninggal sebulan sebelumnya. Elisa Lam terakhir kali terlihat pada tanggal 31 Januari. Sehari setelahnya, tak seorang pun lagi yang pernah bertemu Elisa. Saksi mata yang melihat dia terakhir kali adalah petugas hotel tersebut , dan juga KAtie Orphan , seorang manager toko buku yang berada di dekat hotel tersebut.

Lama tak terdengar kabar , Orang tua Elisa pun melaporkan anaknya sebagai daftar orang hilang kepada polisi dan langsung saja polisi melakukan pencarian. Tapi tetap saja tak ada yang bisa menemukan Elisa dan masih belum ada tanda tanda yang menyatakan Elisa Lam sudah meninggal. Beberapa hari berselang, penghuni hotel mulai mengeluh dengan kualitas air di Hotel Cecil , yang berbau tidak sedap , bau anyir , terkadang berwarna gelap dengan cairan hitam yang aneh.

Karena banyak nya keluhan yang datang dari para penghuni hotel ini, akhirnya pihak hotel mengambil kebijakan untuk memeriksa tangki air. Begitu mengejutkan mereka semua, salah satu dari 4 tangki yang mereka miliki ternyata berisi mayat yang sudah agak hancur karena terlalu lama terendam didalam air. Saat di periksa lebih lanjut mayat yang mereka temukan, bisa di pastikan itu adalah mayat Elisa Lam yang dinyatakan sudah menghilang beberapa hari.

Kasus ini masih menjadi misteri dengan pertanyaan , Bagaimana bisa Elisa meninggal? Apakah Elisa telah dibunuh? Lalu siapa pelakunya? Namun pihak kepolisian Los Angeles sendiri telah memberikan spekulasi , bahwa Elisa Lam meninggal karena tenggelam dalam tangki dan di pengaruhi oleh Bipolar Disorder  yang ia derita. Namun Kasus kematian ini masih meninggalkan banyak misteri lagi , yaitu bagaimana bisa Elisa Lam masuk ke dalam tangki air? yang umumnya tangki air itu pasti di kunci oleh pihak hotel.

Kasus kematian Audrey dan Noemi Belanger

Kasus kematian

Kali ini, Kasus kematian di hotel terjadi di Asia Tenggara, lebih tepatnya di Bangkok, Thailand, pada tahun 2012. Di sebuah hotel yang berada di Pulau Phi Phi, Laut Adaman, Thailland, dua orang kakak beradik asal kanada yang bernama Audrey dan Noemi Belanger di temukan sudah tak bernyawa. Audrey pada saat itu masih berusia 20 tahun, dan kakak nya Noemi berusia 26 tahun. Polisi Thailand menyatakan bahwa mereka tweas karena keracunan makanan. Dikamar hotel tempat mereka menginap juga tak ditemukan tanda tanda kekerasan.

Selain itu juga salah seorang pelayan hotel menemukan keduanya muntah, menderita lesi kulit, gusi yang berdarah dan kuku mereka yang berwarna biru. Pihak pemerintah menyalahkan minuman yang kandungan nya mungkin tidak baik untuk mereka dan membuat kakak beradik ini tewas. Setelah 3 tahun berlalu, tepat di tahun 2015, seorang pemeriksa mayat di Quebec menyatakan bahwa kematian kakak beradik ini bukan di sebabkan oleh keracunan makan, melainkan keracunan gas fosfin, pestisida mematikan untuk membunuh serangga yang seringkali digunakan di beberapa hotel di Asia. Yang masih menjadi misteri, Mengapa dan bagaimana caranya mereka bisa sampai terhirup racun gas fosfin?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *