Ketidakcocokan Anda Dengan Pasangan Bisa Di Ukur Dari 4 Faktor Ini

Beritahot.online – Ada 4 Faktor Sebagai Tolak Ukur Ketidakcocokan Anda Dengan Pasangan . Dalam hubungan percintana, ketidakcocokan wajar terjadi. Karena setiap pasangan adalah dua orang yang berbeda pemikiran. Namun tak jarang Anda tidak menyadarinya karena kita di butakan oleh rasa cinta yang begitu besar. Meskipun wajar saja , akan tetapi jika Anda dan pasangan tidak bisa saling mengerti dan memahami maka hal ini justru bisa menjadi penyebab hancurnya hubungan Anda dan pasangan. Untuk mengetahui apakah Anda sudah cocok dengan pasangan, kami akan sampaikan beberapa faktor yang bisa Anda jadikan tolak ukur dalam hubungan anda.

Faktor yang memastikan ketidakcocokan dalam hubungan

Yang pertama : Emosi

Tidak sejalannya hubungan emosional antara Anda dan pasangan bisa menjadi salah satu pertanda ketidakcocokan dalam hubungan. Misalnya, Anda sebagai wanita selalu menginginkan pembicaraan hangat dari hati ke hati membicarakan perasaan masing-masing setiap bertemu dengan pasangan.

Hal ini Anda lakukan sebagai cara untuk mengetahui perasaan pasangan Anda dan berharap dapat membantunya atau menghiburnya jika ia dalam keadaan sedih. Sayangnya, sebagai laki-laki pasangan Anda tidak mudah untuk menyatakan hal ini secara terang-terangan dan menyembunyikan perasaan mereka yang sebenarnya.

“Gak ada yang mau diceritain kok, aku ga ada masalah, kamu aja yang cerita.” Kalimat ini menandakan pasangan tidak ingin membicarakan apapun tentang perasaannya karena menutupi atau bahkan karena memang merasa tidak ada yang perlu diceritakan.

Sementara itu, Anda merasa tidak mungkin tidak ada hal yang diceritakan tentang perasaanya dan menganggap pasangan tidak mengerti tujuan baik Anda. Ketika Anda dan pasangan memiliki pandangan yang berbeda mengenai cara menunjukkan emosi, maka hal ini bisa menjadi masalah baru yang tak kunjung selesai.

Yang kedua : Spiritual

Keyakinan spiritual menjadi dasar seseorang untuk melakukan sesuatu, berhubungan dengan orang lain, dan mengendalikan diri saat situasi tidak bersahabat. Keyakinan spiritual ini bersumber dari kepercayaan masing-masing pihak dan bisa saja berbeda. Biasanya, hal ini sudah tertanam di dalam diri dan menjadi dasar bagi segala tindakan dan keputusan yang diambil.

Saat pasangan menceritakan dasar sikapnya berdasarkan keyakinan yang dimiliki, maka Anda perlu mendengarkannya dengan penuh hormat bahkan ketika Anda meyakini hal yang sebaliknya.

Pasangan yang satu iman pun bahkan bisa menafsirkan ajaran dengan cara berbeda. Untuk dapat tetap sejalan, Anda dan pasangan perlu saling membuka diri untuk memahami perbedaan pandangan pada Anda berdua.

Sayangnya, ketidakcocokan secara jiwa ini bisa menjadi masalah besar bagi pasangan. Pasalnya, keyakinan rohani bukan sebuah hal yang bisa diubah begitu saja. Hal ini rawan menimbulkan konflik yang menyebabkan ketidakcocokan dalam hubungan.

Berbagai ketidakcocokan ini sebenarnya bisa diatasi asalkan Anda dan pasangan mau saling mengerti, memahami, dan menerima berbagai perbedaan yang muncul sekarang ataupun nanti.

Yang ketiga : Fisik

Dilihat secara fisik, salah satu hal yang bisa dijadikan tolak ukur untuk melihat ketidakcocokan dalam hubungan ialah kontak fisik. Misalnya, seberapa sering dan jenis kontak fisik yang Anda dan pasangan inginkan.

Sebagai contoh, Anda adalah tipe orang yang tidak suka melakukan kontak fisik sedangkan pasangan justru sebaliknya. Bagi pasangan, kontak fisik menjadi semacam alat ungkapan cinta.

Masalah akan terjadi saat pasangan dalam kondisi tertentu membutuhkan kontak fisik untuk menenangkannya sementara Anda tidak menyukainya dan sedang dalam kondisi sibuk.

Saat pasangan terus berusaha untuk mendekati Anda dan menginginkan kontak fisik yang diharapkannya maka bukan tidak mungkin emosi Anda akan memuncak. Hal ini bisa berakibat pada pertengkaran yang berujung putus. Dalam hal ini, bukan berarti Anda tidak cinta hanya saja ada perbedaan mencolok yang membuat Anda berdua tidak cocok.

Yang keempat : Tingkat dan cara berpikir

Ketika pasangan memiliki cara berpikir yang sejalan, maka obrolan yang terjadi akan tersambung dengan baik. Mulai dari mimpi, ide, tujuan, perasaan, cara pandang, dan hal-hal lainnya akan sejalan.

Interaksi yang terjalin pun akan semakin kuat karena antusiasme masing-masing menemukan orang yang memiliki cara pandang yang sama dengannya dari berbagai sisi. Hal ini membuat Anda dan pasangan tidak pernah bosan dan lelah untuk membicarakan berbagai hal karena ada keseruan tersendiri berbicara dengan orang yang cocok secara pemikiran.

Jika Anda dan pasangan memiliki tingkat intelektual yang berbeda maka bukan tidak mungkin diskusi yang terjadi bisa sangat terbatas. Selain itu, perbedaan ini juga bisa membuat Anda dan pasangan memiliki kesulitan untuk menyelaraskan cara pandang.

Meskipun cara pandang tidak harus sama, tetapi memiliki cara pandang yang sejalan dalam beberapa hal krusial diperlukan untuk masa depan hubungan Anda dan pasangan. Sayangnya, perbedaan tingkat intelektual ini banyak membuat orang tidak tahu caranya menjadi pendengar yang baik, memahami pola pikir pasangan, dan memahami cara berpikir yang berbeda dari pola pikirnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *